gambar 1 data lidar
Data elevasi baik itu dari gps, total station, lidar ataupun data satelit sangat membantu interpretasi data magnetik terutama dalam hal sebaran dan histori dari endapan batuan. Di daerah dengan batuan vulkanik membantu peninjauan awal apakah daerah tersebut merupak daerah intrusi ataukah aliran lava dimasa purbanya(didukung data geologi), maka data magnet akan berkorelasi selaras dengan data lapangan jika pengolahan data dan pengambilan data sesuai prosedur.
gambar 2 data anomaly magnetik
Hasil data anomaly magnet merupakan data gabungan dari anomaly-anomaly di bawah permukaan bumi sehingga dibutuhkan pemisahan atau filter untuk membantu memisahkan antara noise dan anomaly bawah permuakaan, dalam hal ini data yang dilakukan reduksi keatas untuk melihat berapa dalam sebaran vertikal batuan andesit atau batuan beku lainya.
gambar 3 reduksi ke atas (Distance to Upward 50)
Nilai biru dan merah pada tampilan data merupakan gradasi dari nilai-nilai yang dihasilkan dari pengukuran lapangan dan merupakan hasil griding. Dalam hal ini warna biru berasosiasi dengan sedimen tapi bukan berarti tidak ada nilai kemagnetanya melainkan warna biru merupakan daerah sedimen yang mendominasi daerah tersebut, sedangkan untuk warna merah merupakan daerah batuan beku(andesit).
gambar 4 reduksi ke atas (Distance to Upward 100)
gambar 5 zonasi data reduksi
gambar 6 3D View data reduksi





Tidak ada komentar:
Posting Komentar