Sabtu, 23 Maret 2013

IDENTIFIKASI BATUBARA DENGAN METODE GPR(2)

Eksplorasi batubara sering kali menghadapi kendala ketika daerah survey tidak mempunya data tambahan(geologi) seperti outcrop,data bor,data logging sehingga dibutuhkan metode lain yang bisa membantu tahapan eksplorasi batubara tersebut. Untuk pengeboran sendiri dibilang tidak mudah dalam hal perijinan terutama dengan warga sekitar karena selain ada kekhwatiran dari lahan yang akan dilakukan pengeboran juga banyak warga yang berfikir tentang pemanfaatan sumberdaya yang ada. Data logging akan sangat bergantung pada data pengeboran karena prinsipnya harus melalui lubang bor.

Ada beberapa metode geofisika yang bisa membantu eksplorasi batubara ketika eksplorasi pengeboran tidak bisa dilakukan, seperti geolistrik, IP, georadar, seismik yang membantu secara vertikal dan metode magnetik yang membantu secara lateral, tetapi tidak semua metode berkorelasi baik antara hasil pengukuran dengan nilai propertis dari batubara tersebut. 
Georadar sendiri bisa membantu identifikasi batubara dengan beberapa pendekatan, seperti spectrum, kekuatan reflektor berupa amplitudonya, dan pola amplitudonya. Kalibrasi data di tempat yang akan dilakukan pengukuran sangat membantu begitu juga interpretasi yang akan kita lakukan.

gambar 1 data GPR 1 

gambar 2 analisa spectrum dari data statik di titik pengukuran

gambar 3 data GPR 2

gambar 4 analisa spectrum dari data statik di titik pengukuran

gambar 5 analisa spectrum dan model geologi

Tidak ada komentar: