konsep inversi memang sering di dengar oleh sebagian orang yang bergelut di dunia modeling data,baik itu data pertambangan maupun data permnyakan.
untuk postingan kali ini saya mengangkat tema tentang inversion modeling of gravity and magnetic data.
picture 1 Inversion result of 3D modeling for top carbonate at xx island
model yang jadi input untuk proses inversi di dapat dari proses 2D model yang di modelkan dari line seismik dan gravity anomaly. Dengan acuan drill Hole dan map of carbonate depth kita dapatkan surface dari top carbonate yang di lakukan dari proses griding. Proses inversi ini di lakukan dengan tujuan untuk mendapatkan depth of carbonate yang mendekati depth dari drill Hole-nya. Dengan iterasi modeling 100 kali dan iterasi model 10 kali kita bisa dapatkan error yang tidak terlalu jauh dengan nilai di bawah 5m/15feet.
Model metode yang di gunakan juga merupakan model metode yang di kembangkan oleh penafsiran2 dari para ahli geofisika tentang gravity. pada proses ini penentuan lapisan karbonat dari data pengukuran hanya bisa di lakukan dengan melakukan re calculation terhadap data anomaly residual tahap pertama, selanjutnya dari data regional kita lakukan perhitungan ulang dengan inputan pada pengolahan pertama,dari perhitungan itu kita dapatkan data residual tahap ke2 yang tujuanya adalah mendapatkan lapisan yang kita inginkan atau formasi batuan yang kita inginkan. perlu di ketahui bahwa proses anomaly residual tahap pertama hanya bisa menentukan lapisan bawah atau basemen, sedangkan tahap selanjutnya untuk penentuan lapisan yang di atasnya.

Model metode yang di gunakan juga merupakan model metode yang di kembangkan oleh penafsiran2 dari para ahli geofisika tentang gravity. pada proses ini penentuan lapisan karbonat dari data pengukuran hanya bisa di lakukan dengan melakukan re calculation terhadap data anomaly residual tahap pertama, selanjutnya dari data regional kita lakukan perhitungan ulang dengan inputan pada pengolahan pertama,dari perhitungan itu kita dapatkan data residual tahap ke2 yang tujuanya adalah mendapatkan lapisan yang kita inginkan atau formasi batuan yang kita inginkan. perlu di ketahui bahwa proses anomaly residual tahap pertama hanya bisa menentukan lapisan bawah atau basemen, sedangkan tahap selanjutnya untuk penentuan lapisan yang di atasnya.

picture 2 3D modeling with slicing 2D model
Tidak ada komentar:
Posting Komentar